Any guy can love a thousand girls…but only a rare guy can love one girl in a thousand ways
(Anonym)
Any guy can love a thousand girls…but only a rare guy can love one girl in a thousand ways
(Anonym)
Siapa tahu ni berguna, saya kutip dari situs resmi LIPI, tapi pendaftarannya ONLINE via situsnya http://www.lipi.go.id (paling lambat akhir September 2008 ini)
Syarat-syarat umum :
Selain itu dikenakan juga beberapa syarat khusus untuk CPNS LIPI :
Dokumen-dokumen yang dipersyaratkan untuk Berkas Lamaran :
Bila ada, bisa juga dilampirkan sertifikat-sertifikat pendukung.
A man can fail many times, but he isn’t a failure until begins to blame somebody else
(John Burroughs, naturalist)
Entah kenapa, akhir-akhir ini saya kangen banget sama temen-temen lama saya, terutama teman seperjuangan di Undip dulu. Sahabat-sahabatku yang telah mengajarkan begitu banyak arti kehidupan, kesetiaan, perjuangan, kegigihan, kekuatan menghadapi penderitaan, kemana mereka semua? Kemana semua situasi di mana kami tergelak bersama, menertawakan impian-impian yg mustahil terwujud? Kemana semua situasi di mana lenganmu mencengkeram bahuku, menggenggam jemariku, berkata bahwa semuanya baik-baik saja ketika ia pergi, ketika dunia menimpaku dengan seribu kesakitan?
Aku mengenal dikau
Tak cukup lama…separuh usia ku
Namun begitu banyak..
Pelajaran yang aku terima
Kau membuatku mengerti hidup ini
Kita terlahir bagai selembar kertas putih
Tinggal kulukis dengan tinta pesan damai
Kan terwujud Harmony…
Segala kebaikan..
Takkan terhapus oleh kepahitan
Kulapangkan resah jiwa..
Karna kupercaya..
Kan berujung indah
Kau membuatku mengerti hidup ini
Kita terlahir bagai selembar kertas putih
Tinggal kulukis dengan tinta pesan damai
Kan terwujud Harmony…
(Padi, Harmony)
Ini mungkin dapat dijadikan benchmark perusahaan-perusahaan (sejenis maupun tidak) baik dari segi pengelolaan SDM, finansial, dll untuk menghadapi tantangan masa depan agar tetap tangguh.
| 2008 | 2007 | Employer | Sector |
| 1 | 2 | KPMG | Financial |
| 2 | (New) | Britannia Building Society | Financial |
| 3 | 1 | Goldman Sachs | Financial |
| 4 | (New) | Sytner Group | Retail |
| 5 | 4 | Ernst & Young | Financial |
| 6 | 5 | O2 | Communications |
| 7 | 10 | American Express Services Europe | Financial |
| 8 | 11 | Mott MacDonald | Engineering |
| 9 | 3 | Morgan Stanley UK | Financial |
| 10 | 7 | RBS Retail Banking | Financial |
| 11 | 8 | PricewaterhouseCoopers | Financial |
| 12 | 6 | Deloitte | Financial |
| 13 | 12 | Atkins | Engineering |
| 14 | (New) | Marriott Hotels International | Hospitality |
| 15 | (New) | Bourne Leisure | Hospitality |
| 16 | (New) | Mouchel | Services |
| 17 | 15 | Vodafone UK | Communications |
| 18 | (New) | Mothercare | Retail |
| 19 | (New) | Axa | Financial |
| 20 | 16 | Deutsche Bank | Financial |
Kalau dilihat-lihat sih, banyakan perusahaan bertipe finansial. Kenapa yah?
Hemmmm perlu dianalisis lebih mendalam tuh…
“For every beauty there is an eye somewhere to see it. For every truth there is an ear somewhere to hear it. For every love there is a heart somewhere to receive it.”
So. It’s already September 11st 2008 right?

Emang siapa seh yg ultah??? Hehheeeee.. ini loh orangnya…

Hope she will be success in life, love, friendship and career….
Sebagai salah seorang lulusan psikologi, saya cukup prihatin dengan beredar secara luasnya buku-buku panduan psikotes di masyarakat. Contoh psikotes yang paling umum saya jumpai adalah TPA (Tes Potensi Akademik) yang biasanya terdiri dari soal-soal yang sering dilihat di sekolah, seperti Bahasa Indonesia, Sejarah, atau sifatnya pengetahuan umum. Selain itu, tipe soal seperti CFIT (Culture-Fair Intelligence Test) atau modifikasi tes Weschler. Subtes yang paling sering muncul adalah soal-soal matematika, deret hitung, similaritas dan analogi bahasa, dan digit simbol.
Selain tes-tes inteligensi, ada juga panduang-panduan menyiasati tes-tes kepribadian, seperti Wartegg, tes gambar orang (DAP) atau pohon (Baum), sampai soal-soal EPPS juga ada. Panduan yang terlalu digeneralisir hingga panduan yang menyesatkan.
Mungkin hal di atas adalah salah satu penyebab munculnya Flynn Effect. Peningkatan familiaritas masyarakat saat ini dengan tes dan pengetesan. Orang-orang semakin sadar dengan keinginan untuk meningkatkan hasil tesnya (bukan peningkatan kualitas inteligensinya, sayangnya). Kenapa? Karena nowadays, nasib seseorang ditentukan oleh hasil tesnya. Keputusan diterima atau tidaknya seseorang untuk bekerja di sebuah perusahaan sebagian besar didukung dengan alasan ”hasil psikotes yang buruk.” Karenanya, orang mulai mencari cara agar bisa diterima (terlepas apakah orang itu memang cocok atau memaksakan diri untuk cocok bekerja di perusahaan itu), dan hal tersebut dimanfaatkan oleh golongan oportunis untuk mengeruk keuntungan dengan terjun ke bisnis itu. Demikian hingga menjadi sebuah lingkaran setan yang tak terputus.
Anyway, saya sebenarnya lebih ingin membahas Flynn Effect. Flynn Effect pertama kali diperkenalkan oleh James Robert Flynn (1934), seorang profesor dari University of Otago, New Zealand.
Flynn Effect adalah peningkatan rata-rata skor tes IQ (Intelligence Quotient) antar generasi, dan muncul di hampir semua tempat di dunia, dengan rata-rata peningkatan yang bervariasi. Rata-rata kenaikan IQ tersebut sekitar 3 poin per dekade, dengan penekanan tes-tes yang berhubungan dengan soal-soal akademik, seperti vocabulary (perbendaharaan kata), aritmatika, atau informasi umum. Efek ini lebih terlihat muncul pada poin-poin IQ menengah.
Alasan-alasan yang dapat muncul adalah sebagai berikut :
1. Perbaikan Gizi
Orang-orang zaman sekarang lebih peduli dengan apa yang dikonsumsinya. Kesadaran untuk makan makanan bergizi, diet, perhatian lebih banyak pada keseimbangan nutrisi, ditambah pula dengan pola hidup sehat seperti ke tempat fitness secara teratur, dipercaya dapat meningkatkan konsentrasi, kegairahan belajar, dsb. Akibatnya, walaupun tidak secara langsung, kegiatan-kegiatan tersebut menjadikan tubuh lebih segar sehingga minat untuk belajar semakin baik.
2. Budaya
Kalau di Amrik sana, ini dihubungkan dengan ras. Padahal kenyataannya, black memiliki skor IQ lebih rendah daripada white, hanya karena mereka tidak diberi kesempatan untuk masuk sekolah. Selain itu, faktor budaya juga terlihat pada keinginan / effort orang tua untuk meningkatkan dan memaksimalkan kapasitas intelektual anaknya. Anak yang baru umur 2-3 tahun sudah dimasukkan ke preschool, beberapa tahun kemudian, seorang anak telah dijejali dengan les balet, les bahasa Inggris dan Mandarin, les ice-skating, les piano, dsb.
Selain itu, familiaritas terhadap teknologi (komputes, HP, dll) juga mendorong hal ini, mungkin tidak secara langsung, tetapi sedikit banyak memberikan kesempatan bagi anak untuk mengembangkan daya analitis dan kemampuan abstrak dan konseptualnya terhadap stimulasi-stimulasi tersebut. Sebagai tambahan, kesempatan yang berlatar belakang budaya ini dapat menumbuhkan inteligensi-inteligensi yang terselubung dan unik, seperti inteligensi musikal, motorik, dsb.
Dengan kata lain, skor IQ meningkat akibat adanya lingkungan yang lebih kompleks dan memberikan stimulasi lebih banyak.
3. Keturunan / gen.
Ada hubungan resiprokal dengan faktor kedua (budaya). Seseorang yang berada di lingkungan yang stimulated untuk otaknya akan memiliki tingkat inteligensi yang lebih tinggi. Akibatnya terjadi perubahan genotipe yang mempengaruhi IQ. Selanjutnya orang yang memiliki IQ tinggi cenderung untuk mencari lingkungan yang bisa memberikan stimulasi positif terhadap otaknya, yang kemudian mempengaruhi IQ-nya.
Sebenarnya fenomena skor IQ yang meningkat ini saya pikir memang bisa diprediksi. Namun memang analisis Mas Flynn ini belum banyak. Beberapa artikel juga secara kontradiktif mempertanyakan asumsi-asumsi si Mas. But kalo secara logika sih, cukup masuk di akal. Secara ilmu saat ini berkembang pesat, dan akses ke ilmu tersebut sudah ga terbendung. Akibatnya, anak zaman sekarang lebih banyak tahu informasi dari mana pun.
Yah, mungkin salah satu solusinya adalah dengan rajin meng-update norma tes, sehingga tidak ketinggalan dengan tingkat inteligensi manusia kali ya?